Cara Memasang Keramik Dinding

Dinding merupakan salah satu bagian pokok dari struktur sebuah bangunan atau rumah. Dinding tidak hanya berfungsi sebagai penguat, dan penyekat antar ruangan, namun juga bisa berfungsi sebagai “penyedap mata” atau keindahan. Keindahan dinding rumah dapat diciptakan dengan cara memadukan warna cat, memasang wallpaper, memasang batu alam, atau memasang keramik pada bagian dinding.

cara mudah memasang keramik dinding tembok
cara pasang keramik dinding

Saya akan menjelaskan poin terakhir yaitu cara memasang keramik dinding. Di sini akan dijelaskan teknik pasang keramik dinding secara umum, baik dinding eksterior (termasuk dinding rumah bagian luar, pagar, teras atau carpot) maupun interior rumah (termasuk dinding dapur dan kamar mandi).

Baca juga: pasang lantai granit

Pemasangan Keramik Dinding

Langkah pertama adalah mempersiapan alat.
Beberapa alat yang diperlukan guna memasang keramik dinding hampir sama dengan alat yang digunakan untuk memasang keramik lantai. Secara umum alat yang harus dipersiapkan antara lain: centong semen, lot, benang, pukul keramik yang terbuat dari karet, pukul besi, pensil, meteran ukur, waterpas, dan paku beton 2 inchi dan 3 inchi seperlunya.
Adapun alat pendukung lainnya antara lain: lap, spoons, sandal karet, sekrap.

Langkah kedua adalah mempersiapkan material atau bahan sesuai dengan kebutuhan. Material yang harus dipersiapkan antara lain keramik, semen portland, pasir, air. Semua bahan harus dihitung terlebih dahulu sesuai dengan ukuran ruangan yang akan dipasang keramik. Sebaiknya jika hendak membeli keramik dilebihkan 5 persen dari jumlah yang diperlukan, hal ini berguna sebagai cadangan akibat keramik rusak atau pecah.

Langkah ketiga adalah pengecekan lokasi kerja dan pengukuran ulang. Hal ini dilakukan guna memastikan posisi dan letak serta bentuk pemasangan yang paling baik, apakah akan mengambil pola tengah (simetris) untuk dinding lebar atau dari pinggir dengan salah satu bagian satu keping utuh, misalnya. Hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan atau dinding.

Langkah keempat pengerjaan. Berikut ini beberapa langkah kerja pemasangan keramik dinding, silakan dibaca dengan seksama, sehingga Anda dapat mencobanya sendiri:

  1. Siapkan benang dan meteran ukur, paku beton. Saya ambil contoh kita akan memasang keramik dinding tampak depan secara keseluruhan dengan ukuran yang lebar.
  2. Ukur panjang dinding, kemudian bagi dua sehingga diperoleh ukuran yang sama lebar. Berarti kita akan memasang keramik dari posisi tengah sebagai titik simetris. Tancapkan paku sebagai tanda pada bagian tersebut.
  3. Ukur tegak lurusnya menggunakan lot pada bagian tengah tadi. Tandai dengan benang dari ujung bagian atas hingga ke bawah.
  4. Kemudian ukur tinggi dinding hingga batas paling atas. Hal ini berguna untuk menentukan batas pasangan keramik paling atas pada dinding.
    Misalnya: tinggi dinding yang hendak dipasang keramik adalah 2 meter, dan tidak sampai ke batas plafon. Maka pasangan keramik dinding diambil dari batas paling atas kemudian turun ke bawah. Atau mungkin saja dipasang sebatas 1 meter saja sebagai fasad rumah bagian bawah. Hal ini dapat Anda sesuaikan sendiri dengan selera dan model rumah.
  5. Setelah mengukur dan memasang batas pasangan dengan benang, kita akan mulai memasang keramik satu-persatu dari bagian bawah. Karena memasang dari bawah adalah teknik yang paling mudah. Pemasangan benang bagian atas dan bawah yang berfungsi sebagai “jalur” pasangan keramik, harus diukur sesuai dengan tinggi satu keping keramik, misalnya jika satu keping keramik tingginya 25 cm, atau 40 cm, maka jarak benang juga harus 25 cm atau 40 cm.
  6. Oh ya, sembari menyiapkan adukan (adukan atau adonan akan dijelaskan pada bagian bawah artikel ini), rendam terlebih dahulu keramik yang akan dipasang dalam air selama 2-3 jam, hal ini sangat berguna agar adonan yang menempel pada permukaan keramik bagian bawah tidak langsung mengering sehingga daya rekatnya lebih baik.
  7. Jika adonan atau adukan telah disiapkan, ambil beberapa keping keramik dari rendaman, dan tiriskan, keramik tidak yang telah direndam tidak boleh terkena sinar matahari, sebab keramik akan cepat mengering dan pengaruh perendaman akan sia-sia.
  8. Ambil satu keping keramik, letakkan adonan di atas permukaan bawah kepingan keramik. Ketebalan disesuaikan dengan jarak benang ke dinding. Ketebalan adonan yang ideal antara 1 hingga 1,5 cm. Jika ketebalannya melebihi ukuran tersebut, akan menyulitkan kita memasang keramik dinding. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya periksa terlebih dahulu tegak lurusnya dinding dengan lot. Jika terdapat bagian yang “tekor” atau melengkung ke dalam, maka plester dahulu hingga semua bagian rata dan tegak lurus.
  9. Tempelkan pada dinding, ratakan dengan benang, dan tekan dengan palu karet (rubber mallet), ketok secara perlahan hingga keramik menempel dan rata dengan benang atas maupun bawah. Taburi bagian atas dan samping dengan semen kering. Ganjal sisi bawah keramik dengan dua buah paku, kanan dan kiri, agar keramik tidak melorot. Isi bagian atas pasangan keramik dengan adukan sehingga padat dan tidak kopong.
  10. Selanjutnya lakukan pemasangan berikutnya seperti di atas hingga selesai. Pada bagian sudut yang dipotong, harus rapi dan tidak terlalu longgar.
  11. Jika pasangan telah selesai, bersihkan semua permukaan keramik dengan spoons atau kain katun, sehingga sisia adukan dan semen bersih.
  12. Setelah 2 hingga 3 hari, isi nat dengan grout menggunakan potongan sandal karet. Untuk lebih lengkapnya tentang cara mengisi nat.

Adonan untuk memasang keramik

Agar keramik memiliki daya rekat yang baik, selain direndam, adonan atau adukan dasar untuk keramik juga sangat mempengaruhi daya rekatnya.Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika membuat adonan pasangan keramik:

  1. Perbandingan yang ideal antara pasir beton dengan semen adalah 1:1,5. Hal ini juga dipengaruhi oleh ketebalan pasangan keramik.
  2. Jangan lupa untuk menyampur adonan pasir dan semen tadi dengan air secukupnya, sehingga berbentuk seperti pasta.
  3. Adonan harus diaduk secara merata agar tingkat kematangan sempurna.

Cara memasang keramik dinding telah selesai saya uraikan, silakan Anda mempraktekkannya sendiri, semoga berhasil.

Share Button

3 thoughts on “Cara Memasang Keramik Dinding

  1. Nama saya rony..Numpang nanya pak..saya baru bikin tandon cor diats kamar mandi dan sudah di aci dan sudah di cat/lapisi dengan aquaprof..tapi setelah diisi air..airnya rembes kemana mana..saya kebingungan harus gimana!!! Apakah ada solusi..apa cukup dengan dipasang keramik dengan pakek semen ato lem khusus biar kuat dan gak rembes keluar lagi airnya..mohon banget solusinya..kl boleh tolong emailkan aja ke saya [email protected] untuk solusinya..terimakasih sbelumnya

    1. Pak Rony, mungkin aciannya kurang tebal dan tidak rata. Dan perlu diketahui pak, jika bak atau tandon cor telah jadi, lakukan plester sebelum diaci. GUnakan cara aci gosok yang agak tebal sekitar 3-5 mm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *