Cara Mengecat Dinding yang Benar

Advertisement

Dinding, selain berfungsi sebagai pemisah antar ruangan dan salah satu bagian pokok rumah, juga memiliki fungsi sebagai simbol keindahan dan status atau karakter pemilik rumah. Bagaimana bisa demikian? Hal ini dapat dicerminkan melalui bentuk dan ornamen yang menempel pada dinding, juga warna cat yang menempel pada permukaan dinding rumah dan pintu atau jendela. Perpaduan warna yang pas, dapat menarik penglihatan dan bisa menambah gaya (style) rumah serta bagaimana pemilik rumah menunjukkan karakternya.

cara mengecat dinding yang benar
gambar cara mengecat dinding

Bagaimana cara memadukan warna dan teknis pengecatan yang baik agar cat yang menempel pada dinding rumah kita tidak sia-sia tanpa tujuan dan fungsi pokok dan tambahan dari karakter warna. Beberapa tipsĀ  berikut ini semoga dapat membantu Anda bagaimana cara mengecat dinding yang benar.

Memilih cat

Hal mendasar yang harus dipersiapkan adalah memilih cat yang Anda inginkan dengan mempertimbangkan karakter pribadi, karakteristik cat, model rumah, dan kualitas cat.

  1. Ketika hendak membeli cat, pilih cat dengan kualitas standar atau di atasnya. Cat tidak harus mahal, namun sebaiknya tidak membeli yang murah, karena yang namanya cat berkualitas baik tentunya harganya cukup mahal, Anda tidak akan rugi, sebab hasilnya akan lebih baik dan tahan lama.
  2. Sesuaikan warna cat dengan karakter Anda, atau mencari warna yang cocok dengan model rumah, yang bisa Anda cari di internet atau sumber lainnya.
    Persiapan sebelum mengecat
  3. Setelah memilih cat dengan warna dan kualitas yang baik, selanjutnya adalah menyiapkan bahan pendukung lain seperti plamuur dan air bersih.
  4. Kemudian menyiapkan alat untuk mengecat seperti: kuas (ukuran yang disesuaikan), rol, wadah cat, ampelas kertas atau yang gulungan secukupnya, sekrap plastik, sekrap dari plat besi tipis, tangga atau meja kerja.

Cara mengecat dinding yang benar

  1. Pengecatan dinding yang baru harus diplamir dengan plamuur yang berguna untuk menutupi plasteran, gunakan plamuur yang telah jadi dalam bentuk serbuk (seperti semen putih) yang berwarna putih. Caranya campurkan semen putih tadi dengan air secukupnya hingga berbentuk pasta balurkan pada seluruh permukaan tembok secara merata menggunakan sekrap plastik. Setelah kering ulangi sekali lagi hingga permukaan plasteran tertutup dan halus.
  2. Kemudian di haluskan dengan ampelas pada bagian yang belum halus atau masih terlihat kasar. Jika dinding telah ditutupi dengan acian (terbuat dari semen abu-abu), maka dinding harus dicat dengan wall sealer (cat dasar) terlebih dahulu. Sealer sealer berfungsi sebagai perekat antara cat dengan acian.
  3. Berdasarkan pengalaman, cat eksterior tidak perlu dicampur dengan air agar tidak mudah pudar. Sedangkan cat pada ruangan dalam rumah (interior) dapat dicampur dengan air sekitar 5 hingga 15 persen.
  4. Buka tutup cat secara perlahan denagn cara mencongkel dengan obeng kearah memutar agar tutup tidak mudah rusak dan nantinya dapat ditutup kembali. Sebelum dituang ke dalam wadah lain, cat harus diaduk terlebih dahulu, agar seluruh bagian cat yang mengendap dapat larut dan warna menjadi rata.
  5. Masukkan ke dalam wadah lain secukupnya, gunakan rol atau kuas sesuai dengan kebutuhan. Gunakan rol untuk mengecat permukaan dinding yang luas, dan pada bagian pojok atau sudut dinding gunakan kuas 3 inchi atau 2,5 inchi.
  6. Pengecatan tidak boleh tergesa-gesa dan harus perlahan agar cat tidak menetes dan berserakan di bawahnya.
  7. Ketika mengecat dinding yang lama (dinding sudah pernah dicat sebelumnya), pastikan dinding dibersihkan dari kotoran dan diampelas agar permukaan tembok menjadi halus, kemudian dicat.
  8. Pada dinding yang tinggi, gunakan meja kerja (bangku) atau Anda bisa mengikat rol pada kayu yang panjang.
  9. Jika semua bagian dinding telah dicat sebanyak satu kali dan telah cukup kering, ulangi pengecatan sebanyak dua kali hingga permukaan dinding rata dan tertutup cat. Jika cat belum kering, jangan diulangi terlebih dahulu agar tidak mengelupas.
  10. Tahap terakhir adalah melakukan pengecekan pada bagian dinding mana yang perlu diulang dan belum sempurna hasilnya.
  11. Membersihkan lantai dari tetesan cat dan mencuci semua alat jika pekerjaan mengecat telah selesai adalah salah satu kesempurnaan pengecatan.

Cara mengecat dinding yang benar telah dijelaskan secara ringkas, semoga bermanfaat. Saya yakin di antara pembaca bangunrumah.name memiliki cara mengecat sendiri, moga saja artikel saya kali ini menjadi pelengkap buat Anda.

Share Button

5 thoughts on “Cara Mengecat Dinding yang Benar

  1. Pingback: Tips Membuat Awet Dinding Pagar | Bangun Rumah

  2. Pingback: Cara Menghilangkan Noda Hitam, Coklat pada Dinding | Bangun Rumah

  3. naim emel prahana Reply

    saya senang sekali membaca tips atau cara membuat/membangun dll di blog ini, sangat berguna. Tapi, saya punya saran, alangkah lebih bagus lagi jika ada gambar-gambarnya. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *