Cara Mengoptimalkan Fungsi Pagar

Pagar merupakan bagian dari sebuah rumah atau bangunan. Pagar memiliki fungsi pokok sebagai pembatas halaman atau tanah dengan tetangga. Pagar seharusnya dibuat meskipun hanya sebatas tiang pembatas di setiap sudut halaman atau jika di perkampungan biasanya ditambahkan tanaman pagar. Kemudian fungsinya menjadi meningkat sebagai alat keamanan dari bahaya luar baik masuknya kendaraan asing maupun orang asing yang tidak dikehendaki.

Mengoptimalkan fungsi pagar
Contoh foto pagar dalam proses pembuatan. Lokasi: komplek Barangan Indah, Palembang

Saat ini pagar menjadi trend, terutama di daerah perkotaan, perumahan, komplek perumahan RSS sampai yang elite sekalipun. Dengan berbagai bentuk dan model, hampir setiap pemilik rumah berlomba untuk menghias bagian eksterior rumahnya dengan pagar yang bervariasi sesuai dengan selera masing-masing.

Sebenarnya masih banyak fungsi sekunder dari pagar sebagai bagian eksterior rumah. Bahkan mereka menambahkan beberapa model klasik dan minimalis untuk memperindah tampilan rumah. Menambahkan beberapa aksesoris batu alam, granit, keramik dan atau sekedar cat yang bervariasi juga akan nilai positif dari pagar itu sendiri. Namun hal yang penting harus kita perhatikan adalah bagaimana cara mengoptimalkan fungsi pagar?

Bagaimana membuat pagar dengan tetap membawa fungsi pokok meskipun dibangun dengan mewah atau cukup sederhana saja.

Membuat pagar tidak harus mahal

Kembali kepada topik pembicaraan kita mengenai cara mengoptimalkan fungsi pagar sebuah rumah atau halaman. Ketika Anda harus atau akan membangun pagar, beberapa hal yang mesti menjadi perhatian sebagai pertimbangan, sehingga pagar yang Anda bangun memiliki fungsi yang tepat dan optimal tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar dan membuang-buang waktu pengerjaan.

  1. Anggaran
    Ketika pertama sekali Anda memiliki ide untuk membangun pagar, saat itu juga Anda akan menyiapkan anggaran atau bahkan sejak lama telah menyiapkan anggaran untuk melaksanakan ide Anda. Hal ini penting sekali sebab untuk menerapkan ide Anda itu tidak dilakukan dengan gratis atau no-cost. Seberapa panjang dan indahnya bentuk pagar Anda, jangan melupakan anggaran yang tersedia agar semua kegiatan membangun pagar akan terlaksana dengan baik tanpa hambatan.
  2. Bahan
    Pemilihan bahan untuk membuat pagar harus ditentukan terlebih dahulu. Anda dapat menentukan bahan pagar apakah akan menggunakan kayu, besi, stenlis, besi ulir, besi hollow, atau baja ringan sebagai bahan dominan. Sebagai tiangnya dapat digunakan beton bertulang dan batu bata.
    Penentuan bahan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan dan beberapa faktor lain seperti kekuatan, daya tahan bahan terhadap cuaca dan benturan benda keras. Kayu yang bersifat keras dapat digunakan sebagai pagar, dan dapat dipoles dengan politur, misalnya kayu hitam, onglen dan yang sejenisnya.  Namun menurut saya jenis bahan ini tidak terlalu bertahan lama dan kurang kuat dari benturan benda keras. Stenlis bersifat tahan terhadap cuaca buruk, namun tidak tahan terhadap sifat asin, dan dilihat dari segi penampilan lebih mengkilap dan mewah, namun Anda sepertinya tidak dapat merubah warnanya. Penggunaan besi sepertinya relatif lebih murah dan tahan lama, mudah dalam perawatan, dan dari segi keamanan bisa diandalkan. Hal ini sekedar contoh saja, sebagai bahan perbandingan Anda ketika akan memilih bahan untuk pagar.
  3. Disain, bentuk dan warna pagar
    Ketika akan membuat pagar, tentunya Anda telah menyimpan sebuah disain dalam benak Anda, dan dituangkan dalam sebuah kertas atau laptop, meskipun hanya gambar berupa sketsa atau Anda akan menyewa seorang arsitek. Jika disain pagar terlalu rumit dan mewah, maka mungkin Anda akan membayar seorang arsitek.
    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda akan menentukan disain, bentuk dan warna pagar, yaitu sesuaikan dengan bentuk dan ukuran rumah tempat tinggal Anda. Jika rumah yang Anda tempati besar, tinggi dan bergaya klasik, maka disain pagar yang sesuai adalah juga tinggi dan bergaya klasik dengan beberapa variasi lekukan dan bentuk bulat. Sedangkan pagar yang sederhana, minimalis dan tidak terlalu tinggi akan cocok jika rumah yang berada di dalamnya juga memiliki model minimalis.
  4. Ukuran tinggi pagar
    Hal ini juga menjadi pertimbangan dengan melihat dari sisi keamanan dan juga toleransi terhadap tetangga. Memang dengan semakin tingginya pagar, maka rumah akan aman dan terhindar dari bahaya luar, namun selayaknya Anda juga harus mempertimbangkan hal ini dengan bagaimana Anda dengan tetangga. Misalnya di sebuah komplek yang cukup ramai, maka pagar yang terlalu tinggi tidak optimal, tidak sesuai  untuk hidup bertetangga. Ukuran cukup atau sedang saja.

Cara membuat pagar yang optimal memang perlu mempertimbangkan beberapa aspek, seperti bahan, aspek teknis, aspek keindahan dan aspek sosial masyarakat terutama dengan tetangga.

Share Button
author avatar

Penulis menekuni bidang bangun dan renovasi rumah, sebagai operator warehouse, applicator di area Palembang, sejak tahun 2004. Tertarik pada Home Design (interior dan eksterior), blogging, lansekap. Aktif juga menulis di beberapa blog dan situs web-nya, salah satunya adalah situs web WWW.BANGUNRUMAH.NAME ini.

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published