Mengawetkan kayu dengan solar, tepatkah?

Hampir setiap orang menginginkan kayu dan kusen agar awet, tahan lama dan tidak rayapan. Berbagai cara dilakukan sejak zaman dahulu, mulai dari perendaman kayu di air atau kolam, memoles dengan ter dan salah satunya juga memoles dengan solar.

Penggunaan solar sebagai pengawet kayu telah sejak dulu dilakukan dan memang terbukti efektif untuk mengawetkan kayu. Bahkan hampir semua hama akan mati atau tidak tahan dengan bau solar yang menyengat, sehingga serangga pun enggan untuk mendekat. Hal ini disebabkan karena solar memiliki kandungan senyawa kimia beracun seperti Volatile Organic Compounds. Terdapat juga kandungan Benzene, Toulene dan Xylene yang memang telah terbukti menimbulkan efek buruk terhadap pernafasanĀ  dan kanker.

Memang solar sangat efektif untuk mengawetkan kayu namun terdapat hal-hal yang negatif terhadap kesehatan manusia dan serangga non hama. Jadi jika kita berfikir jernih, maka sebaiknya tidak menggunakan solar sebagai pengawet kayu, jika kita masih memikirkan nasib kesehatan dan dampak buruknya. Terutama kayu yang akan digunakan sebagai perabotan, kusen dan pintu, serta komponen rumah interior lainnya.

Faktor yang perlu dipertimbangkan ketika akan mengawetkan kayu menggunakan solar.

Beberapa hal yang negatif yang sebaiknya dihindari menggunakan solar sebagai pengewet kayu atau kusen:

  • SolarĀ  menghasilkan bau yang sangat menyengat dan sulit dihilangkan. Selain itu juga akan mengganggu proses finishing serta akan menurunkan daya saing produk jika kayu hendak kita jual sebagai bahan mentah atau ketika telah dijadikan kusen atau perabot.
  • Permukaan kayu yang menggunakan solar sebagai pengawet, biasanya akan lengket dan mengandung minyak. Sehingga akan sulit dalam proses pengecatan dan politur.
  • Penggunaan solar dapat menyebabkan perubahan pada warna kayu.
  • Dampak negatif (terhadap kesehatan dan lingkungan) dari solar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Menggunakan solar sebagaiĀ  pengawet silakan saja namun sebaiknya ditinggalkan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan kita. Sebaiknya gunakan bahan pengawet lainnya yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

Share Button
author avatar

Penulis menekuni bidang bangun dan renovasi rumah, sebagai operator warehouse, applicator di area Palembang, sejak tahun 2004. Tertarik pada Home Design (interior dan eksterior), blogging, lansekap. Aktif juga menulis di beberapa blog dan situs web-nya, salah satunya adalah situs web WWW.BANGUNRUMAH.NAME ini.

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published