Bangun Rumah

Tips dan cara bangun rumah ideal

Cara Menghitung Pondasi Plat Setempat

Pondasi merupakan bagian penting dari struktur rumah atau bangunan. Pondasi memiliki fungsi pokok sebagai penopang dan penahan beban dari atas. Oleh karena itu pondasi harus memiliki persyaratan tertentu, seperti memiliki kekuatan untuk menahan beban dari atas, dapat menyesuaikan bangunan dengan pergerakan tanah yang tidak stabil, dan memiliki daya tahan yang baik dari pengaruh bahan-bahan kimia dan sebagainya.

Pondasi Plat Setempat

Seperti yang telah dijelaskan tentang jenis pondasi yang biasa digunakan dalam struktur bangun gedung atau rumah, kali ini saya akan menjelaskan tentang cara menghitung pondasi plat setempat.

Pondasi pelat setempat digunakan untuk bangunan rumah bertingkat, atau rumah yang dibangun pada tanah yang berstruktur lembek, berlumpur dan sejenisnya. Pondasi ini biasanya dibuat dengan kedalaman di atas 1 meter, yang berfungsi sebagai penahan kolom, dan keseluruhan beban bangunan.

Pondasi plat setempat terdiri dari beberapa unsur pembentuk, yaitu: pasir, koral, dan semen portland dan besi atau behel.

Terdapat dua hal yang harus dihitung berkaitan dengan pondasi plat setempat, yaitu:

  1. Volume pondasi pelat setempat dan
  2. Kebutuhan besi untuk plat setempat.

Pertama, cara menghitung volume pondasi plat setempat
Berikut penjelasan mengenai hal tersebut:
Rumus yang digunakan adalah:

Volume = volume A + volume B

Volume A = luas penampang plat X tinggi plat

Volume B = 0,5(a + b) X t

Keterangan:
a adalah lebar bagian atas pondasi
b adalah lebar bagian bawah pondasi
t adalah tinggi pondasi

Kedua, menghitung kebutuhan besi behel untuk plat setempat
Misalnya lebar pondasi adalah 115 cm, maka panjang besi perbaris dibuat 90 cm ditambah hak di kedua ujung besi 7,5cm, sehingga menjadi 105 cm. Jarak yang digunakan adalah 15 cm, maka jumlah baris vertikal dan horizontal masing-masing adalah 7 batang. Jumlah panjang keseluruhan adalah (7 X 2 X 105) cm= 1470 cm atau 14,70 m. Kemudian jumlah satuan (per batang adalah 12 meter) adalah 14,70 m dibagi 12 m sehingga menjadi 1,225 batang besi berdiameter 10.

Jika dalam sebuah rumah terdapat 10 buah pondasi plat setempat, maka selanjutnya kalikan saja 1,225 batang X 10 buah, sehingga menjadi 12,25 batang.

Menghitung volume beton bertulang menggunakan koefisien

Kebutuhan bahan per meter kubik pondasi beton dengan perbandingan adukan 1 semen : 2 pasir : 3 koral (split atau koral lainnya) adalah sebagai berikut:
1. Koral split atau koral lainnya (ukuran 2/3) = 0,83 m³
2. Pasir kasar =0,54 m³
3. Semen PC = 8,5 zak

Maka jika kita hendak membuat pondasi plat setempat sebanyak 50 m3, kalikan semua koefisien di atas dengan 50 m³.
1. Koral split atau koral lainnya (ukuran 2/3) = 0,83 m³ X 50 m³= 41,5 m³
2. Pasir kasar =0,54 m³ X 50m³= 27 m³
3. Semen PC = 8,5 zak X 50m3= 425 zak

Sebagai catatan, bahwa berat semen per zak yanag digunakan dalam contoh perhitungan ini adalah 50kg.

Demikian penjelasan singkat tentang cara menghitung pondasi plat setempat, semoga dapat membantu solusi Anda.

Share Button
Pages:12