Cara menghitung kebutuhan kayu untuk plafon

Cara menghitung kebutuhan kayu untuk plafon – Plafon sebagai salah satu unsur pokok sebuah rumah, apartemen, hotel atau jenis bangunan lainnya yang berfungsi untuk menutup dan memisahkan ruangan dengan atap rumah. Plafon kayu sejak dahulu digunakan untuk menghias ruangan selain fungsi pokok di atas. Plafon dengan kerangka kayu atau penutup juga menggunakan kayu juga pernah menjadi trend di bawah tahun 2000-an.Bahkan sebagaian besar rumah tradisionil daerah-daerah di Indonesia menggunakan bahan kayu sebagai plafon dan penutup bagian atas ruangan.

Cara menghitung kebutuhan kayu untuk plafon

Rangka plafon kayu
Image by: studio-tm.com

Terbatasnya stok kayu

Meskipun saat ini telah bermunculan produk plafon dari kerangka hollow dengan penutup gypsum atau PVC dan sejenisnya, masih ada orang yang menggunakan kayu sebagai kerangka plafon. Tapi kondisi saat ini cukup miris dikarenakan harga kayu yang semakin melambung tinggi. Sedangkan di pasaran bahan bangunan (depot kayu), kayu dijual dengan satuan meter kubik (m³), meski boleh juga membeli dalam jumlah sedikit, batangan dengan harga yang sangat mahal.

Disamping itu saat ini persediaan kayu semakin berkurang dan jenis kayu kelas I dan II sulit diperoleh. Yang bertebaran saat ini kebanyakan kayu kelas III dan kayu racuk yang kualitasnya kurang baik dan mudah bubukan atau rayapan.

Menghitung volume kayu untuk plafon

Oke, bagi Anda yang masih berminat menggunakan kayu sebagai media atau bahan pembuat plafon, dan masih bingung dengan cara menghitung kebutuhan kayu untuk plafon rumah Anda. Silakan simak penjelasan berikut, mengenai cara menghitung kubikasi kayu buat plafon berdasarkan hitungan pengalaman dan sedikit ilmu hitung luas bidang datar.

Memasang plafon triplek kerangka kayu

Gambar plafon triplek sederhana
Image by: karyaguru.com

Baca juga: Cara memasang kerangka plafon kayu

Contoh kasus:

Misalkan ukuran ruangan yang hendak diplafon adalah: 10 m X 6 m

Maka luas ruangan adalah: 60 meter²

Berapa kebutuhan kayu untuk kerangka plafon?

Jawaban:

  • Kayu yang akan digunakan adalah ukuran
    A. 5 cm X 5 cm X 400 cm dan
    B. kayu 5 cm X 7 cm X 400 cm.
  • Kedua ukuran tersebut kita ganti menjadi
    A. 0,05 m X 0,05 m X 4 m dan
    B. 0,05 m X 0,07 m X 4 m
  • Volume dari masing-masing ukuran kayu itu adalah:
    A. 0,01 m² dan
    B. 0,014 m²
  • Jumlah kayu dalam satu meter kubik (1m³) kedua kayu itu adalah:
    A. 1:0,01= 100 batang dan
    B. 1:0,014= 71,4 batang
  • Kebutuhan kerangka untuk plafon per meter kubik dengan keadaan normal (artinya ukuran kayu adalah 4 meter bersih) adalah satu batang. Sedangkan saat ini ukuran kayu umumnya adalah 3,8 meter. Jadi kebutuhan kayu untuk kerangka per meter menjadi 1,25 batang.
  • Jadi jumlah kayu yang dibutuhkan untuk ruangan ukuran di atas (60 m²) adalah 60 X 1,25= 75 batang. Dan jika kita hitung kubikasinya adalah: A. 75:100= 0,75 m³ dan B. 75:71,4= 1,05m³

Sedangkan untuk menghitung kebutuhan triplek/plywood adalah sebagai berikut:

  • Ukuran triplek: 1,22 X 2,44 m = 2,98m², kita genapkan menjadi 3 m²
  • Jadi kebutuhan triplek ruangan 60m² adalah 60:3= 20 keping.

Demikian cara mudah menghitung kebutuhan kayu untuk kerangka plafon. Perbedaan dalam hasil perhitungan tergantung pada jarak kerangka plafon, semakin rapat jarak kerangka plafon akan dibutuhkan kayu yang lebih banyak.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *