Kekurangan atap onduline yang perlu Anda ketahui

Atap onduline yang memiliki persamaan kualitas dari sisi bahan baku pembuatannya, mulai banyak digunakan sebagai penutup atap di hampir seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Namun pertimbangan letak geografis dan iklim juga menjadi faktor penentu bagi konsumen untuk memilih jenis atap pilihannya.

Kelemahan onduline sebagai penutup atap
Kelemahan onduline sebagai penutup atap
Image by: roofingsuperstore.co.uk

Atap onduline dan onduvilla telah memperoleh sertifikat ISO9001 dan memenuhi standar European Norm EN 534 dengan standar kualitas produk yang tinggi. Kelebihan lain dari atap onduvilla ini telah melekat pada setiap lembaran onduvilla/onduline yang digunakan sebagai penutup rangka atap.

Kelemahan dan kekurangan atap onduline

Atap onduline atau onduvilla memiliki kelebihan dan kekurangan yang pasti ada pada setiap produk buatan manusia. Sebagai salah satu pemasok pertama produk atap selulose dan bitumen, saat ini telah diproduksi oleh 9 pabrik besar untuk men-supply kebutuhan atap yang ramah lingkungan ini.

Lalu apa saja kekurangan yang ada pada jenis atap bitumen ini? Hal ini perlu Anda ketahui agar Anda lebih adil dan puas dalam mengambil keputusan untuk menggunakan onduline atau onduvilla.

Baca juga: Kelebihan onduline

  1. Apabila dalam proses pemasangan tidak tepat dan tidak sesuai dengan standar instalasi yang dianjurkan oleh pabrik, maka akan menghasilkan penutup yang tidak awet, misalnya akan lentur dan “menggeliat” setelah dipasang beberapa lama.
    Jarak reng perlu diatur agar tidak terlalu jarang untuk mencegah hal di atas.
  2. Jarak paku harus memenuhi standar pabrik, jika jumlah yang dipasang kurang dari yang dianjurkan maka akan mengurangi kekuatan lembaran untuk menahan beban angin.
  3. Lembaran atap mudah bolong, oleh karena itu diperlukan tukang yang ahli dalam memasang setiap lembaran, sehingga dalam proses pengeboran paku tidak terlewat atau terlalu dalam.
  4. Dalam perjalanan waktu yang dipengaruhi oleh cuaca panas dan hujan dengan intensitas yang sering, warna onduvilla atau onduline cepat pudar, oleh karena itu kadangkala diperlukan pengecatan sebelum pemasangan dengan cat berbahan dasar aspal.
  5. Tidak boleh terlalu rendah bagian ujungnya (cucuran air) sebab agak kurang aman dan mudah disobek dengan benda tajam seperti pisau atau sejenisnya. Sehingga untuk faktor keamanan masih perlu dipertimbangkan. Jika hal ini harus dilakukan, perlu penambahan komponen lain sebelum pemasangan lembaran atap ini. Jika di luar negeri sich biasanya dipasang triplek setebal 9-15mm.
  6. Harga relatif mahal jika dibandingkan dengan atap jenis lain berbahan seng atau galvanum.

Baca juga: Komponen pelengkap atap onduvilla dan onduline

Demikian beberapa kekurangan atau kelemahan yang harus diketahui sebelum memilih atap onduline atau onduvilla. Secara pribadi, jika saya berminat memasang atap dari bahan bitumen selulose, saya akan memilih onduvilla dengan pertimbangan struktur lebih keras karena lembaran pendek-pendek, selain tampilan yang lebih baik layaknya genteng yang tersusun rapi.

Baca juga:

Leave a Reply