Pengertian perancah bangunan dan jenisnya

Pengertian perancah bangunan dan jenisnya – Perancah atau dalam bahasa inggris disebut sebagai scaffolding (kalo di negara kita lebih difokuskan pada perancah jenis besi bulat/pipa) merupakan kerangka kerja sementara yang digunakan untuk menahan manusia dan atau beban material seperti cor dak beton bertulang atau menahan material lainnya dalam sebuah struktur bangunan dengan waktu sementara saja, sehingga jika proyek bangunan telah selesai maka perancah harus dibongkar.

Pengertian perancah bangunan dan fungsinya
Perancah bangunan
Image by: brogangroup.com

 

Biasanya perancah berbentuk modular dari pipa yang dirangkai dengan pengunci atau pengikat pada kaki-kakinya atau terbuat dari bahan alam seperti bambu, kayu gelam dan sejenisnya. Di kebanyakan negara Asia, seperti Indonesia, Tiongkok, Singapura lebih sering menggunakan bambu sebagai perancah gedung biasa dan gedung bertingkat[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Perancah

Sedangkan di Sumatera Selatan, pada umumnya masih menggunakan kayu gelam dikarenakan masih cukup banyak persediaan gelam di hutan, meski saat ini sebagaian mulai beralih ke scaffolding besi.

Perancah atau disebut juga pementasan adalah sebuah struktur sementara yang digunakan untuk mendukung kru (pekerja) dan bahan pekerjaan /material untuk membantu dalam pekerjaan konstruksi, proyek pemeliharaan, dan perbaikan bangunan, jembatan atau struktur bangunan buatan manusia lainnya. Kegunaan dari scaffolding adalah untuk memudahkan pekerjaan yang sulit dijangkau dikarenakan sangat tinggi dan menahan beban material yang berat[2]https://en.wikipedia.org/wiki/Scaffolding. Oleh karena itu perancah bangunan harus memenuhi persyaratan dari segi kekuatan dan keamanan yang tinggi.

Secara umum ada lima jenis perancah yang paling sering dipakai di seluruh dunia untuk membantu menopang pekerja dan beban berat material bekisting pada sistem pengecoran gedung atau jembatan. jenis perancah ini diklasifikasikan atas dasar bahan pembuatnya. Tidak menutup kemungkinan masih banyak jenis perancah lain yang mungkin belum terdeteksi secara empiris dalam bidang rancang bangun gedung dan proyek sipil lainnya.

Lima jenis scaffolding itu antara lain:

  1. Scaffolding dari komponen tube dan couler (pas)
  2. Perancah dengan sistem moduler prefabrikasi
  3. Rangka H-frame perancah fasad dengan sistem modular
  4. Perancah kayu
  5. Perancah bambu

Jenis perancah yang paling sering dipakai dalam konstruksi bangunan antara lain:

  1. Perancah tiang
    Jenis perancah ini dipakai jika kebutuhan akan tiang pembantu dan pekerjaan telah mencapai lebih dari 3 meter. Bahkan perancah tiang dapat dibuat setinggi 10 meter. Bahan yang dipakai untuk jenis perancah ini antara lain: bambu, kayu sento, kayu gelam (kebanyakan di wilayah Sumatera Selatan).
    Perancah tiang dari bambu dengan gabungan konsol dan besi, yaitu konsol besi ditahan dengan satu tiang bambu saja. Perancah selanjutnya adalah scaffolding dari besi dan pipa yang dirangkai sedemikian rupa sehingga terbentuk susunan besi yang aman dan mudah dalam pemasangannya, dibandingkan dengan jenis perancah bambu.
  2. Perancah Andang
    Istilah ini digunakan karena jenis perancah ini mudah dipindah dan digeser, sebab bentuk dan ukurannya masih kecil dan pendek seperti meja, dan ini biasanya disebut meja kerja/steger. Perancah ini digunakan untuk proyek setinggi 2 hingga 3 meter saja.
  3. Perancah besi beroda
    Jenis perancah ini terbuat dari besi dan pipa galvanis yang dirangkai sedemikian rupa namun pada bagian bawahnya diberi roda sehingga lebih mudah untuk menggeser atau memindahkan steger. Jenis perancah ini digunakan pada lantai yang telah rata, dan dipastikan tidak mudah amblas.

    Perancah besi beroda yang mudah digeser dan dipindahkan menggunakan roda pada bagian bawahnya
    Perancah besi beroda
    Image by: kennard.com.au
  4. Perancah besi tanpa roda
  5. Perancah menggantung
    Jenis perancah ini digunakan untuk membantu tugas penyelesaian pekerjaan di atas sperti plafon, plat beton, pengecatan dan sejenisnya.
    Pemasangan perancah ini bersifat menggantung dengan tiang penyangga pada bagian sisi-sisi saja dan dibantu dengan tali atau rantai sebagai penggantung.
  6. Perancah Dolken
    Jenis perancah ini terbuat dari kayu bulat Dolken dengan diameter 6 hingga 10 cm.
  7. Perancah Frame
    Perancah jenis ini berbentuk bingkai yang disusun sehingga membentuk rangkaian yang tinggi sesuai dengan kebutuhan. Jenis perancah ini terbuat dari besi pipa bulat atau sejenis logam berbentuk tabung. Perancah ini paling banyak digunakan pada proyek bangunan dan gedung bertingkat. Disamping mudah dalam cara pemasangannya, juga lebih aman untuk menahan beban pekerja atau beban material.

    Jenis perancah frame (bingkai)
    Perancah frame
    Image by: indiamart.com
  8. Birdcage Scaffold
  9. Independent Scaffold
  10. Strip Board One Side Scaffold
  11. Suspended Scaffold
    Jenis perancah ini digunakan untuk konstruksi jembatan atau dermaga di atas air.[3]http://tukangbata.blogspot.com/2013/03/pengertian-perancah-atau-scaffolding.html

Dan masih banyak lagi jenis scaffolding atau perancah yang ada di dunia dan hampir setiap negara memiliki jenis perancah yang khas. Di Indonesia, jenis perancah setiap daerah juga akan berbeda kecuali penggunaan perancah yang sudah umum seperti perancah frame dan sejenisnya.

Fungsi perancah

Secara umum terdapat dua fungsi perancah sebagai alasan mengapa alat ini dibuat oleh manusia dan disediakan pada setiap ada proyek bangunan.

  1. Perancah diguanakn sebagai tempat bekerja bagi kru atau tukang yang mengharuskan dirinya berdiri pada tumpuan/perancah untuk memudahkan pekerjaan yang tinggi.
  2. Pelindung bagi pekerja lain yang berada di bawahnya. Dengan dipasang perancah, maka kru yang berada di bawah tidak perlu khawatir akan kejatuhan benda keras atau terjatuh jika menggunakan perancah yang kuat.
  3. Sebagian difungsikan untuk menahan beban sementara pada bekisting cor beton bertulang. Diharapkan dapat menjamin keamanan kru dalam bekerja sehingga akan memperlancar pekerjaan dan kru yang bekerja akan aman, insyaallah.
Baca juga:

Referensi   [ + ]

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Perancah
2. https://en.wikipedia.org/wiki/Scaffolding
3. http://tukangbata.blogspot.com/2013/03/pengertian-perancah-atau-scaffolding.html

About the author

Gunarso Ekoyanto

Penulis menekuni bidang bangun dan renovasi rumah, sebagai operator warehouse, applicator di area Palembang, sejak tahun 2004. Tertarik pada Home Design (interior dan eksterior), blogging, lansekap.
Aktif juga menulis di beberapa blog dan situs web-nya, salah satunya adalah situs web WWW.BANGUNRUMAH.NAME ini.

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *