Persyaratan dapat rumah bersubsidi dengan DP 1 persen

Program rumah murah bersubsidi oleh Pemerintah Jokowi sedang sangat gencar dan disebarkan hampir di setiap kota di Indonesia. Rumah dengan harga sekitar 112 juta hingga 140an juta rupiah dengan angsuran antara 600 ribu hingga 800 ribuan rupiah disambut positif oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat berpenghasilan rendah namun juga sempat “dilirik ” oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

persyaratan rumah kpr bersubsidi
Image by properti.kompas.com

Program rumah bersubsidi ini sebenarnya sudah berjalan sekitar beberapa tahun yang lalu dan pada kenyataan di lapangan, yang membeli rumah bersubsidi tidak hanya kalangan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), namun kalangan berpenghasilan menengah pun membelinya, alasannya untuk investasi. Padahal menurut syarat dari kepemilikan rumah murah bersubsidi seharusnya hanya kalangan MBR dan harus ditempati sendiri oleh pembelinya sejak 2 tahun setelah akad kredit dilakukan. Jika syarat ini dilanggar, maka pihak pembeli akan dikenakan sanksi berupa pencabutan subsidi, dengan membebankan angsuran bulanan sebesar harga angsuran normal sesuai dengan suku bunga bank yang berlaku.

Beberapa perumahan bersubsidi di area kota Palembang juga sangat banyak dan tersebar di beberapa pojok kota. Sayang sekali bentuk rumah dan struktur bangunan sangat memperihatinkan, dan boleh dikatakan sebagai “rumah siap renovasi“, sebab di beberapa bagian harus diperbaiki sebelum ditempati, hal ini tergantung developer dan pengawasan pada saat di lapangan. Fasilitas jalan yang memadai juga harus diperhatikan agar calon pembeli dan penghuni rumah murah bersubsidi menjadi nyaman dan tidak enggan untuk menghuni rumah miliknya.

Semestinya kebijakan rumah murah bersubsidi oleh pemerintah Jokowi kita sambut baik, karena memang terjangkau untuk ukuran harga rumah dan tanah saat ini. Semakin tambah tahun, akan semakin melambung harganya.

Saya kasihan dengan MBR yang menjadi sasaran rumah program Jokowi ini yang seharusnya memperoleh rumah ini, tidak diperolehnya, akibat misalnya ketidaktahuan mereka akan program rumah murah bersubsidi, kemudian mereka tidak mengetahui cara-cara untuk memperoleh rumah tinggal model ini. Dan kadangkala sulitnya untuk memperoleh DP murah yang katanya 2 juta malah menjadi 14 jutaan. Hmm memprihatinkan, alasannya macam-macam bayar ini dan itu dsb.

Harga rumah bersubsidi DP 1 persen

Harga rumah murah bersubsidi juga bervariasi di setiap kota, artinya dilihat dari ukuran /tipe rumahnya, misal di Cikarang, Depok, Jakarta,  model rumah sederhana dengan tipe 25/60 dijual dengan harga 100an juta, sedangkan di daerah masih dengan harga yang sama namun berukuran 36/90 dan variasi ukuran lainnya.

Bagaimana sih persyaratan untuk mendapatkan rumah murah bersubsidi ini dengan uang muka atau Down Payment (DP) yang katanya 1%?

Seperti yang saya kutip dari situs properti.kompas.com, pemerintah melakukan program rumah bersubsidi bekerjasama dengan lembaga terkait terutama Bank BTN yang memberikan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kalau di Bank BTN dinamakan program pemilikan rumah (KPR) BTN bersubsidi. Program ini bekerjasama secara khusus dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan fixed selama waktu kredit.

Namun untuk memiliki rumah dari program pemerintah ini harus memenuhi beberapa persyaratan pokok yaitu:
– Harus Warga Negara Indonesia (WNI) aseli dan berdomisili di Indonesia.
– Telah berusia 21 tahun atau lebih dan telah menikah.
– Belum memiliki rumah, dan belum pernah sekalipun menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah.
– Gaji pokok pemohon tidak boleh melebihi 4 juta rupiah per bulannya.
– Pemohon dianjurkan telah memiliki masa kerja minimal satu tahun serta telah memegang NPWP dan SPT, PPh sesuai dengan UU yang berlaku.
– Kemudian pemohon juga harus bersedia untuk menandatangani surat pernyataan di atas materai dengan membayar biaya provisi sebesar 0,5 persen, biaya administrasi Rp 250ribu, dan biaya notaris.

Dokumen yang harus diserahkan ke Bank BTN

Beberapa berkas penting mencakup kelengkapan dokumen pribadi untuk mengajukan pemilikan (KPR) rumah bersubsidi antara lain:

  1. Mengisi form aplikasi kredit yang dilengkapi pasfoto terbaru suami istri.
  2. Menyerahkan KTP pemohon (fotocopy) dan istri, fotocopy KK dan surat nikah/cerai.
  3. Menyerahkan slip gaji bulan terakhir, dan fotocopy SK pengangkatan pegawai tetap, atau surat keterangan kerja untuk pegawai.
  4. Memiliki SIUP, TDP dan surat keterangan domisili serta laporan keuangan 3 bulan terakhir untuk wiraswasta.
  5. Menyerahkan fotocopy NPWP
  6. Menyerahkan fotocopy rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir.
  7. Menyerahkan surat keterangan belum memiliki rumah dari pemohon dan istri.
  8. Menyerahkan surat pernyataan belum pernah menerima subsidi rumah dari pemerintah.

Meski demikian, persyaratan di atas bisa “dikotak-katik” pada saat di lapangan. Dan cukup banyak yang punya rumah adalah mereka yang telah punya rumah, atau golongan menengah ke atas.

Beberapa ketentuan pemilikan rumah bersubsidi

  • Rumah yang diajukan harus digunakan sebagai tempat tinggal atau hunian tetap oleh pemilik.
  • Jika pemilik meninggalkan rumah atau hunian secara terus menerus selama 1 tahun, maka pemerintah akan mencabut subsidi dan bahkan tidak segan untuk mengambil alih kepemilikan rumah tersebut.
    Demikian beberapa persyaratan pengajuan rumah bersubsidi dengan DP murah hingga 1 persen saja. Dan beberapa dokumen dan ketentuan yang wajib dipenuhi oleh pemohon. Semoga bermanfaat.

Sumber:
http://properti.kompas.com/read/2017/05/05/165803221/ini.syarat.dapat.rumah.dp.1.persen.

Related search: rumah dp 1 persen depok, cara mendapatkan rumah bersubsidi pemerintah, rumah dp 1 persen di citayam, lokasi rumah dp 1 persen, cara mendaftar program sejuta rumah jokowo, perumahan dengan dp 1 persen di tangerang, cek daftar lokasi program sejuta rumah dp 1 persen, alamat rumah murah program jokowi.

Baca juga:

About the author

Gunarso Ekoyanto

Penulis menekuni bidang bangun dan renovasi rumah, sebagai operator warehouse, applicator di area Palembang, sejak tahun 2004. Tertarik pada Home Design (interior dan eksterior), blogging, lansekap.
Aktif juga menulis di beberapa blog dan situs web-nya, salah satunya adalah situs web WWW.BANGUNRUMAH.NAME ini.

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *