Spesifikasi spandek dan kegunaannya untuk bangunan

Dengan berkembangnya teknologi terutama dalam bidang teknik bangunan, sangat berpengaruh terhadap semakin bertambah banyak jenis bahan bangunan dengan spesifikasi yang lebih rinci dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

spesifikasi spandek dan harga
Image credit: hargaper.com

Konsumen dimanja dengan beragam jenis bahan bangunan untuk membangun atau merenovasi rumah, gedung serbaguna, ruko, rukan, sekolah, universitas, gedung serbaguna/aula, kantor dan sejenisnya.

Kebutuhan akan atap rumah dan gedung jenis lainnya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan membanjirnya jumlah perumahan baik pada level rumah sederhana hingga rumah mewah sekalipun. Tersedia beragam jenis atap yang terbuat dari berbagai bahan baku seperti tanah liat, beton, seng, asbes, PVC dan yang lainnya.

Saat ini telah tersedia atap yang ringan dengan biaya yang cukup murah dan terbuat dari seng (zincalum) berlapis galvanum. Seng polos ini dibentuk menggunakan alat cetak sehingga menjadi bergelombang yang memiliki ukuran tertentu. Seng tipis bergelombang berlapis galvanum ini disebut sebagai spandek.

Jenis dan ukuran spandek

Spandek yang telah diproduksi beberapa tahun silam, dulu hanya diproduksi dengan satu macam warna saja dan memiliki bentuk gelombang yang bervariasi. Saat ini salah satu jenis seng ini telah diproduksi dengan beragam warna pilihan, seperti hijau, merah, maroon, coklat, abu-abu, biru. Selain itu juga memiliki ketebalan yang cukup beragam antara lain 0,3 mm, 0,35mm, 0,45mm dan 0,5mm.

Seng spandek memiliki panjang standar antara 6-7 meter (jika hendak membeli dengan ukuran tertentu harus konfirmasi dan memesan secara khusus).

Selain itu tersedia juga spandek dengan ukuran lebar 600mm, 672mm, 680mm,720mm, 730mm, 750mm, 760mm, 780mm, 800mm, 830mm, 890mm, 925mm, 930mm, 935mm, 960mm, 1000mm, 1040mm, 1060mm.[1]https://sites.google.com/site/ukuranspesifikasiatapspandek/

Spandek diproduksi untuk beragam tujuan, terutama untuk atap gedung komersial seperti pabrik, gudang, sarana pertanian dan beberapa bangunan pribadi/non komersial seperti garasi, rumah, teras dan lainnya. Jenis spandek lainnya (floor deck) juga digunakan sebagai lantai dasar cor beton/deck, sehingga tidak perlu lagi menggunakan papan atau multiplek untuk bekisting, bahkan dapat mengurangi penggunaan kayu.

Keunggulan dan kekurangan seng spandek

Spandek selain memiliki beberapa kelebihan, seng ini tak luput dari kekurangan, salah satunya adalah memiliki suara yang berisik jika ada benturan sedikit saja, juga jika terkena siraman air hujan. Karena penjualannya masih terbatas, maka harus memesan terlebih dahulu terutama jika hendak menggunakan ukuran tertentu.

Harga seng spandek

Seng spandek yang tersedia di toko material bangunan dijual dengan harga yang bervariasi sesuai dengan ketebalan dan lebar seng. Namun harga seng spandek menurut saya tidak mahal dan masih dibawah harga seng biasa serta asbes. Kisaran harga spandek antara Rp 37000,- hingga Rp 65.000,- permeter.

 

Baca juga:

Referensi   [ + ]

1. https://sites.google.com/site/ukuranspesifikasiatapspandek/

About the author

Gunarso Ekoyanto

Penulis menekuni bidang bangun dan renovasi rumah, sebagai operator warehouse, applicator di area Palembang, sejak tahun 2004. Tertarik pada Home Design (interior dan eksterior), blogging, lansekap.
Aktif juga menulis di beberapa blog dan situs web-nya, salah satunya adalah situs web WWW.BANGUNRUMAH.NAME ini.

View all posts

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *